Review Drama Korea A Good Day To Be A Dog

review drama korea a good day to be a dog

Setelah sekian lama tidak nonton Cha Eun Woo beradu akting. Akhirnya aku bisa nonton dia lagi lewat drama korea A Good Day To Be A Dog. Terakhir nonton dia di True Beauty yang berhasil membuat aku termehek-mehek sama kegantengan dan kedinginannya (baca: cool). Walaupun ketika membaca judul drama ini, aku sedikit pesimis dengan cerita yang agak fantasi. 

A Good Day To Be A Dog bercerita tentang kutukan keluarga Han Hae Na yang akan berubah menjadi anjing kalau melakukan ciuman dengan laki-laki. Han Hae Na, Kakak Perempuannya, Pamannya, dan Ibunya juga menderita kutukan tersebut. Cerita kutukan ini memang sangat menyedihkan bagi keluarga mereka. 

Bahkan, pamannya digambarkan telah menjadi anjing selama belasan tahun karena tidak berhasil mematahkan kutukannya sendiri. Jadi kutukan anjing ini akan sembuh jika berhasil mencium kembali laki-laki yang mencium sebelumnya. 

Cerita soal kutukan Han Hae Na dimulai saat dirinya mabuk dan tidak sengaja mencium salah satu rekan kerjanya yang terkenal punya sikap misterius dan dingin. FYI, ceritanya Han Hae Na ini bekerja sebagai Guru Sastra di sekolah. Sementara laki-laki yang tidak sengaja diciumnya itu adalah guru matematika di sekolah tersebut, ia bernama Jin Seo Won. Padahal, Han Hae Na sukanya sama guru sejarahnya.

Perjalanan panjang berjuang menghilangkan kutukan pun dimulai. Tantangan Han Hae Na semakin berat karena laki-laki itu bukanlah seseorang yang awalnya dia sukai. Sehingga dia sulit berterus terang tentang apa yang sebenarnya terjadi. 

Masalah juga semakin rumit tatkala, Han Hae Na mengetahui bahwa Jin Seo Won memiliki trauma terhadap anjing yang tidak diketahui banyak orang. Trauma Jin Seo Won ini menjadi bagian yang paling menarik di drama A Good Day To Be A Dog ini menurutku. 

Cerita masa lalu Jin Seo Won ditampilkan, sehingga mengantarkan mereka berdua pada konflik pengungkapan bullying di sekolah tempatnya bekerja. Jin Seo Won menaruh curiga pada club videografi di sekolahnya. Kecurigaan itu awalnya ditentang Wakil Kepala Sekolah yang enggan menanggapi kasus ini dengan serius. Karena sekolahnya baru saja mendapat penghargaan antikekerasan.

Ini menjadi bagian yang paling menarik. Dimana Jin Seo Won berjuang mengungkap kasus itu ditengah penghargaan yang diterima sekolah. Baginya, jika sekolah benar-benar mau membasmi bullying maka sekolah juga harus bertindak tegas terhadap kasus bullying apapun bentuknya.

"Pak apa yang ingin kamu lindungi? Sekolah yang benar-benar bebas perundungan? Atau saat kita harus berpura-pura bebas perundungan padahal tidak?"

Percakapan dalam rapat guru-guru itu menjadi pesan paling tidak terlupakan. Apalagi aku yang posisinya sama-sama bekerja di sekolah, jadi ikut berefleksi. Barangkali ada banyak sekolah yang memutuskan untuk merahasiakan setiap kasus yang ada di sekolahnya. Seringkali kasus perundungan atau kekerasan seksual. Hanya karena takut citra baik sekolah akan tercemar.

Padahal menurutku, kalau sebuah instansi berani bertindak tegas terhadap kasus tersebut. Seharusnya publik juga dapat menilai bagaimana komitmen instansi menangani kekerasan maupun bullying. Namun, lagi-lagi, mungkin belum banyak masyarakat kita yang aware tentang hal ini. 

Tapi sayangnya cerita ini dipadukan dengan kehidupan masa Joseon yang menurutku jadi agak lebay dan mengadi-ngadi. Hahahaha. Cerita tentang Roh Gunung yang masih sedih karena crushnya meninggal. Itulah cikal bakal kenapa keluarga Han Hae Na mendapat kutukan. Walaupun masih wajar karena dari awal memang ceritanya agak fantasi.

Akhir ceritanya menurutku juga kurang klimaks. Nggak tahu kenapa akhir-akhir ini sering merasa begitu ketika nonton drakor. Rasanya jadi kurang puas aja karena masing-masing pemain nggak mendapatkan ending yang sempurna. Terasa ada yang kurang.

Meskipun begitu, Drama Korea A Good Day To Be A Dog tetap recommended buat kalian yang sedang ingin tontonan ringan. Ceritanya tidak membuat pusing dengan berbagai teori konspirasi. Tontonan yang ringan dan kita dimanjakan dengan kegantengan Cha Eun Woo. Itu sudah cukup menjadi tempat pulangnya segala kelelahan setelah bekerja.

Sekian, review singkat tentang drama korea A Good Day To Be A Dog. Aku membuat review ini untuk membantu teman-teman yang penasaran akan cerita dalam drama korea ini. Aku juga berusaha berkomitmen dengan diri sendiri untuk produktif membuat banyak review. Kalau sudah membuat review seperti ini, akhirnya aku bisa mencari tontonan lain lagi. 

Judul Drama : A Good Day To Be A Dog

Pemain : Cha Eun Woo, Park Gyu Young, Lee Hyun Woo, dkk

Tahun Tayang : 2023-2024

Jumlah Episode : 14

Pereview : Ririn Erviana

25 Responses to "Review Drama Korea A Good Day To Be A Dog"

  1. Tontonan yang ringan terkadang dibutuhkan agar tidak penat saat mencari hiburan. Rate untuk film ini 6.5 dengan klasifikasi cukup baik.

    ReplyDelete
  2. A Good Day To Be A Dog ini kirain judul aja, eh ternyata emang beneran berubah jadi anjing ya. aku melewatkan nonton ini kemarin. kayaknya bisa masuk list tontonan. apalagi udah selesai kan ya, enggak harus nunggu ongoing

    ReplyDelete
  3. Wah judulnya langsung bikin inget gitu ya haha.. aku udah lama nih nggak mendedikasikan diri buat nonton k-drama yang bereoisode2 hehe

    ReplyDelete
  4. Unik unik ya drakor tuh. Kadang ada juga cerita pemeran utama yang bisa mendengar suara hati, bisa melihat aroma, dll. Tapi selalu dikemas dengan logis sehingga tetep seru dan katagihan.

    ReplyDelete
  5. Kalo yang candu sama visualnya Cha En Woo yaa drama ini mana bisa dilewatkan... hihi
    Meskioun kalo aku ga terlalu suka lead femalenya huhu
    Buat yang nyari tontonan drakor ringan rekomended sih aku setuju

    ReplyDelete
  6. Drakor ini msh jadi favorit loh di aplikasi film. Msh banyak yg nonton krn ceritanya emg ringan.

    Tapi bagi emak2 dan cewek2 pasti pgn pelototin kegantengan Cha Eun-woo sih. Pesonanya emg bikin wece wece nggak berkedip. Hehe.

    ReplyDelete
  7. Belum sempat nonton drakor yg ini. Cuma nonton sekilas2 aja cuplikannya di sosmed. Kayaknya nanti mo coba nonton ini, ceritanya cukup menarik buatku.

    ReplyDelete
  8. Ceritanya agak kocak yah, pasti adaptasi webtoon. Tapi saya agak gagal paham, katanya kena kutukan berubah jadi anjing kalau dicium cowok, trus pamannya juga dicium cowok? bukan cewek?

    ReplyDelete
  9. Lucu ya judul drakornya, miris lo kasus perundungan seperti ini dan sepertinya masih ada deh sekolah yang menutupi kasus ini, apapun jenis sekolahnya, butuh keberanian dari korban maupun saksi untuk menuntaskan kasus bullying

    ReplyDelete
  10. Wah noted mba. Aku masukkan A Good Day To Be A Dog ini ke list tontonan. Apalagi yang main Chae Eun woo, nonton dong pastinya

    ReplyDelete
  11. Kalo ada review yang baru dibaca gini tuh selalu bawaannya pengen langsung bisa nonton deh. Ada 14 episode lumayan juga waktunya yang mau dialokasikan nih tapi penasaran mau nonton langsung.

    ReplyDelete
  12. Jarang-jarang aku baca review drakor sampai habis begini. Penasaran karena ini lebih ke genre fantasi ya. Nggak nyangka kutukannya jadi 'dog'. Penasaran bgt pingin nonton sendiri sih ;)

    ReplyDelete
  13. OMG, trauma sama anjing, akupun, kwkkwkw. Kenapa ya tiap yang nonton drakor meski termehek-mehek sama pemerannya. apalagi yang guanteng kayak Han Hae Na .
    Btw, untuk kasus perundungan dan kekerasan di sekolah, sebenarnya ada caranya khusus sih kak. kalau dalam platform merdeka mengajar ada semua itu, sebagai guru dan sekolah harus gimana dalam menangani kasus tersebut

    ReplyDelete
  14. Memang kadang sekolah mementingkan citra, dan mengubur kasus-kasus seperti perundungan/kekerasan. Apalagi jika pelaku adalah seorang yang punya status sosial tinggi, dan korbannya status sosial rendah.

    Sebuah Drama Korea yang menarik.

    ReplyDelete
  15. Masuk list lagi nih drakor cha eun woo yang harus aku tonton..barusan bngt selesai drakor Welcome to Samdal Ri seneng bbgt ada list drakor baru

    ReplyDelete
  16. Paling suka deh kalo ada drakor yang pemainnya cakep trus cool kaya Cha eun woo ditambah alur critanya juga bagus bkin betah nontonnya

    ReplyDelete
  17. Judul nya bikin tanda tanya ya, tapi sekilas liat cuplikan yang lewat sama review ini jadi pengen nonton.

    ReplyDelete
  18. Aku awal-awal sempat nonton A Good Day To Be A Dog ini. Cuma karena waktu itu ongoing dan hanya seminggu sekali tayang, mundur deh jadinya. Aku gak sesabar itu, hehehe. Dari awal tahu kalau ini fantasi. Jadi ya memang gak mau mikir yang gimana-gimana buat ceritanya

    ReplyDelete
  19. Pas banget nih saya lagi butuh tontonan ringan. Baca tulisan Mbak jadi penasaran sama drama Korea A Good Day To Be A Dog. Makasih ya Mbak :)

    ReplyDelete
  20. Karena tau adapted from webtoon, jadi aku ngebut nih baca webtoonnya dulu.
    Ternyata memang beda siih.. Kalo versi dramanya memang terasa agak dilebih-lebihkan pas bagian jelang ending, terutama. Bertahan karena Ayang, YEESSS...

    ReplyDelete
  21. drakor ini rame banget nih, apalagi ada kang mas cha eun woooooo, hihihi. gemesin dia disini jadi pak guyuuuu. ceritanya juga cukup menarik sih

    ReplyDelete
  22. Lololo kok begitu endingnya ka, apa gak sesuai ekspektasi kakanya?? Bahas bahas konspirasi tuh, emang ya seris drakor kalo bikin sriptnya nggak ngasal hehe

    ReplyDelete
  23. Duh, ini drakor banyak yang nonton loh. Kisahnya seru banget sih, kasihan juga tapi pas pengen jadi manusia lagi. Kerja berat buat bisa mencium.hehe

    ReplyDelete
  24. Pengen nonton dramanya... Apalagi ada Cha Eun Woo..Pesona Cha Eun Woo emang gak ada lawan sih wkwk. Aku terakhir nonton di drama kerajaan (duh lupa judulnya) yang jadi second lead.

    ReplyDelete
  25. Disekolah biasanya banyak sekali kasus-kasus yang tak terungkap. Karena sekolah harus menjaga reputasi agar tidak buruk.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel