Ancaman Mengerikan Karhutla bagi Makhluk Hidup

Barangkali belum ada satu bulan, sejak saya menulis postingan blog berjudul Kaget tentang kampung saya yang berpotensi besar akan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ternyata tiga hari yang lalu berita kebakaran hutan di daerah Ogan Komering Ilir (OKI) telah terjadi. Wah rasanya campur aduk sekali ternyata data mengenai kerentanan hutan ini benar adanya.

Karhutla Oki Sumsel
Sumber: IG manggalaagni_daops_oki

Membayangkan Karhutla terjadi di kabupaten kampung saya saja sudah mengerikan, apalagi sekarang sudah terjadi kebakarannya. Situasi ini diperparah dengan musim kemarau yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September. Tentu hal ini menjadi bencana yang cukup mengerikan. Mengingat karakter lahan gambut sendiri yang menyimpan bara api ketika unsur-unsur hidrologisnya sudah kering. 

Meskipun titik kebakaran hutan cukup jauh dengan rumah saya tetap saja hal ini menimbulkan rasa khawatir yang sangat besar pasalnya titik itu masih satu kabupaten dengan kampung saya. Hal yang paling membuat saya khawatir adalah belum banyak tetangga-tetangga saya yang menyadari akan hal ini. 

Beberapa tetangga saya hari ini  menjadi pegawai di Perkebunan Kelapa Sawit bahkan mungkin ada beberapa teman sekolah saya yang saat ini juga beraktivitas di perkebunan kelapa sawit. Seperti yang kita ketahui pembukaan lahan yang dilakukan para perusahaan kelapa sawit ditempuh dengan mengeringkan banyak lahan gambut di dalam hutan. 

Jujur, situasi seperti ini membuat saya semakin bimbang tentang kontribusi apa yang bisa saya lakukan. Ketika banyak orang-orang disekitar saya telah menggantungkan hidupnya di Perkebunan Kepala Sawit. Sementara mereka juga mungkin belum begitu paham bahwa Karhutla yang kini semakin dekat adalah akibat dari perluasan perkebunan kelapa sawit. 

Lewat tulisan inilah, saya bisa menyuarakan keresahan saya berdasarkan fakta dan data yang  saya ketahui. Saya berharap tulisan ini akan sampai pada teman-teman dikampung saya. Supaya mereka ikut menyadari  betapa mengerikan ancaman Karhutla bagi makhluk hidup. 

Ancaman Mengerikan Karhutla bagi Makhluk Hidup

1. Hilangnya habitat makhluk hidup

Bisa kita bayangkan berapa banyak harimau sumatera yang akhirnya kelabakan mencari tempat bernaung saat tiba-tiba rumahnya terbakar. Bisa kita bayangkan berbagai tumbuhan langka yang akhirnya harus kehilangan tempat hidupnya sementara mereka tidak bisa berlari saat api menyerang. Dan bayangan tentang hilangnya habitat makhluk hidup ini menjadi ancaman yang cukup mengerikan karena jangan-jangan habitat makhluk hidup manusia juga akan terancam. 

2. Korban jiwa

Asap yang ditimbulkan Karhutla menyebabkan berbagai gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Asma, Penyakit Paru Obstruktik Kronik, serta Iritasi tenggorokan dan hidung. Tidak menutup kemungkinan berbagai gangguan kesehatan ini menyebabkan adanya korban jiwa.

3. Kualitas Udara Memburuk

Kita kita membakar sampah timbul asap dengan bau yang tak sedap. Padahal sampahnya mungkin sedikit. Lalu bagaimana jadinya jika ada kebakaran hutan yang berhektar-hektar. Saat ini saja sudah mencapai 337 hektar. Bisa kita bayangkan betapa mengerikannya asap-asap itu akan mencemari udara di sekitar titik kebakaran.

4. Pangan Semakin Sulit

Karhutla pada akhirnya juga akan mengganggu pertanian lain. Seperti palawija dan sawah. Akibat dari asap yang ditimbulkan kebakaran hutan pertanian lain menjadi terganggu. Tidak menutup kemungkinan kegagalan panen akan terjadi. Maka pasokan pangan lokal akan berkurang. Sehingga mau tidak mau harus mengambil dari daerah lain. Hal ini akan berimplikasi pada kenaikan harga pangan.

5. Ekonomi Lokal Terganggu

Adanya Karhutla tentu akan berdampak pada berbagai aktivitas warga. Belum lagi jika Karhutla merambat ke kebun-kebun milik pribadi. Maka kerugian ekonomi pun tidak terhindarka lagi. 

6. Rusaknya Ekosistem

Di awal sudah saya sebutkan bagaimana Karhutla akan merenggut habitat para flora dan fauna. Hal ini juga sudah pasti akan merusak tatanan ekosistem hutan yang ada sebelumnya. Ketika para hewan endemik kelimpungan mencari tempat tinggal baru. Mereka pun akan kelimpungan mencari sumber makanannya masing-masing. 

7. Berkurangnya Sumber Air Bersih dan Bencana Kekeringan

Lahan gambut yang sebelumnya berperan menyimpan cadangan air akhirnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena sudah dikeringkan melalui parit-parit. Maka ketika musim kemarau datang, sudah tidak ada lagi cadangan air yang tersimpan di dalam hutan. Air bersih akan semakin sulit ditemukan terutama saat musim kemarau dan ancaman kekeringan sampailah di depan mata.

Barangkali itulah ketujuh ancaman mengerikan Karhutla bagi mahkluk hidup. Dampak paling dekat pada akhirnya juga dirasakan oleh manusia. Maka melalui tulisan inilah saya ingin mengajak teman-teman menyadari betapa mengerikan ancaman Karhutla ini bagi makhluk hidup terutama manusia. Setelah menyadarinya apa yang bisa kita lakukan?

Kontribusi Aktivisme yang Dapat Kita Lakukan

Kalau sudah tahu ancaman mengerikan Karhutla begini, hati mana yang tidak terpanggil untuk berkontribusi. Melihat para tim pemadam Karhutla yang berjuang keras memadamkan api hati mana yang tidak terenyuh dan pengen bantuin. 

Namun, setiap orang pasti punya aktivitas dan kewajiban yang harus dilakukan. Karena memang tidak semua bergerak menjadi aktivis. Tetapi, tetap ada kontribusi aktivisme yang bisa kita lakukan lho. Kita bisa menyumbangkan bibit-bibit pohon untuk pemulihan Karhutla tapi tidak perlu datang ke lokasinya.

Saya sudah melakukannya lewat aksi Team Up For Impact. Akhirnya saya bisa menyumbangkan bibit pohon dengan mengikuti challenge setiap harinya. Inilah hasilnya...



Challenge apa sih yang saya lakukan?

Inilah beberapa challenge yang saya lakukan..

Challenge Team Up For Impact

1. Dukung Aktivisme

Banyak aktivis menghadapi kendala karena terbatasnya akses ke ruang publik, entah oleh tindakan penguasa atau oleh perilaku tanpa kesadaran dari masyarakat itu sendiri, seperti intimidasi dan komentar negatif. Oleh karena itu, di setiap Jumat selama bulan Juni, mari kita memberikan dukungan kepada aktivis yang membangkitkan minat kita dengan cara yang kita mampu, entah itu dengan berdonasi atau sekadar membagikan tindakan mereka di media sosial kita.

2. Share Konten tentang Lingkungan

Berdasarkan data dari penelitian yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia bersama Yayasan Indonesia Cerah, sebanyak 82% generasi muda di Indonesia merasa prihatin terhadap permasalahan kerusakan lingkungan. Pertanyaannya adalah, apa yang bisa kita perbuat dalam hal ini? Salah satu langkah yang dapat kita lakukan adalah berkontribusi untuk terus mengangkat isu krisis iklim sehingga tekanan tersebut dapat mendorong perubahan yang konkret dari para pembuat kebijakan.

3. Share Berita tentang Lingkungan

Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas, banyak informasi tentang dampak krisis iklim pada penduduk di wilayah laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil yang sering kali tidak kita ketahui. Sementara itu, kehidupan masyarakat adat dan mata pencaharian nelayan semakin terpengaruh. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah membagikan berita-berita seperti ini kepada teman-teman dalam lingkungan kita sehingga kesadaran dan kepedulian terhadap masalah ini dapat semakin meningkat.

4. Share Aksi Kecilmu untuk Bumi

Di Indonesia, terdapat 191,4 juta individu yang aktif menggunakan media sosial. Ketika kamu membagikan sesuatu di platform ini, kamu memiliki peluang untuk mencapai orang-orang yang mungkin tidak dikenal sebelumnya. Ini merupakan kesempatan besar untuk memberikan inspirasi kepada teman-temanmu dan juga kepada lingkaran sosial yang lebih luas mengenai tindakan yang dapat kita lakukan untuk menjaga Bumi. Bahkan posting sederhana seperti membawa tas belanja dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Mari kita tetapkan hari Rabu sebagai momen untuk membagikan tindakan kecil kita demi lingkungan.

5. Bangga Gabung Aksi Lokal

Terdapat beragam organisasi dan kelompok komunitas yang telah mengembangkan program-program untuk mengurangi konsekuensi dari krisis iklim. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memberikan dukungan, baik melalui alokasi waktu, berkontribusi ide, atau memberikan sumbangan. Ayo cari tahu lebih lanjut tentang inisiatif-inisiatif lokal di lingkungan sekitarmu yang bisa kamu berikan dukungan.

Itulah kelima kontribusi aktivisme yang dapat kita lakukan. Rasanya tidak begitu sulit jika kita mau dan rela untuk berkontribusi. Lagipula banyak aktivitas yang dapat dilakukan darimana dan kapan saja. Informasi penting ini jangan hanya berhenti di kamu ya! Mari sebarkan kesadaran ini kepada orang lain supaya lebih banyak orang yang berkontribusi juga.

21 Responses to "Ancaman Mengerikan Karhutla bagi Makhluk Hidup"

  1. Waduh denger beeita kebakaran hutan itu selalu bikin miris. Apalagi di daerah wisata seperti Bromo. Kerugiannya tak terhingga sepertinya. Moha makin banyak masyarakat yang peduli pada kelestarian hutan. Hutan utuh, udara segar pun tak luluh

    ReplyDelete
  2. Jujur sedih banget ya kalo denger berita tentang kebakaran hutan. Ga hanya di satu tempat tapi di tempat2 lain hingga ke kawasan Bromo itu lho. Saya bersyukur sekali ada gerakan positif seperti team up for impact. saya juga pengen ah ikut berpartisipasi. setidaknya satu langkah kecil bisa ikut membawa kebaikan bagi alam ini

    ReplyDelete
  3. akupun mikir apa yang bisa ku lakukan untuk membuat bumi makin hijau karena aku ga bakat menanam tanaman, LOL
    eh ternyata bisa ikut challenge Team Up for Impact yah. Dengan berbagi konten mengenai karhutla gini juga bisa dapat bibit pohon.

    ReplyDelete
  4. Dilwma sih ya Kak kalau apa yang kita pahami dan perjuangkan seseerhana urusan pelestarian hutan gini bertubrukan dengan orang-orang di lingkungan sekitar yang malah menggantungkan hidup dari perkebunan kelapa sawit. Tapi memang keberadaan perkebunan yang terlalu masif termasuk mengancam ekosistem hutan. Semoga makin banyak yang tergerak untuk mulai menyeimbangkan kehidupan dengan alam deh ya.

    ReplyDelete
  5. Mantab ya Kak. Kadang suka minder sama kakak2 yang relawan..

    ReplyDelete
  6. problem karhutla ini memang mengerikan dan menyedihkan, bukan hanya lingkungan aja yang kena dampak, tapi bisa sampai ke manusia dan makhluk hidup lainnya. apalagi kalau iklim cuaca sedang panas gini. harus sama sama berupaya saling menjaga lingkungan, meskipun dimulai dengan langkah-langkah kecil. thanks sudah mengangkat tema ini

    ReplyDelete
  7. Kabupaten OKI Sumsel memang langganan kena kebakaran lahan gambutnya. Karena karakter lahan gambut yang jika kering di musim kemarau, kandungan gas metan di dalamnya akan memicu api lalu sulit habis dan terus menghasilkan asap berhari-hari. Kami yang pernah tinggal di Indralaya saat kuliah, kemudian tinggal di wilayah Jakabaring palembang, adalah yang paling menderita dampak kebakaran hutan itu. Karena kabut asap yang menyesakkan dada, mata dan hidung.

    ReplyDelete
  8. Dampak kebakaran hutan pasti sangat meresahkan sih, terutama warga yang tinggal daerah sekitar.

    ReplyDelete
  9. (vivi)--> heran banget sama org yg kadang sengaja bakar hutan... egois sekali hanya memikirkan diri sendiri

    ReplyDelete
  10. Kalau hilang habitatnya, maka populasi makhluk hidup pun akan menurun

    ReplyDelete
  11. Kebakaran hutan (apalagi disengaja) benar-benar menjadi problematika yang mesti dianggap serius sih. Karena pasti butuh banyak waktu untuk memadamkan dan bahkan menelan biaya yang gak sedikit.

    ReplyDelete
  12. wah sudah ada aksi nyata ya mbak, ikutan challenge
    Saya juga serem dengan Karhutla loh btw
    sebisa mungkin lakuin hal2 kecil ikut berkontribusi, tapi belom di share cuma dari saya sendiri aja nih

    ReplyDelete
  13. Sya tinggal di provinsi kalimantan tengah & sedang mengalami kondisi polusi udara yg sangat kotor akibat pembakaran hutan & lahan ini.. Miris bgt hampir tiap tahun kaya gini kejadiannya

    ReplyDelete
  14. Duhhh... Aku prihatin dengan karhutla ini. Meski gak tinggal di area yang terkena kebakaran hutan, tapi kondisi cuaca ekstrem seperti yang kualami di Yogya benar-benar bisa merusak kehidupan manusia. Ya, ini pasti juga dampak dari ekosistem yang tidak seimbang. Pengenn banget berkontribusi, meski hanya lewat komen untuk artikel lingkungan semacam ini.

    ReplyDelete
  15. Karhutla memang seram ya dampaknya. Semua aspek kehidupan pun akan menerima akibatnya jika terjadi. Bukan hanya manusia, satwa, tanaman ikut lenyap habitatnya dalam sesaat. Memang perlu kerjasama semua pihak untuk rajin saling mengingatkan dan menjaga agar kebakaran hutan ini tidak terjadi di sekitar kita.

    ReplyDelete
  16. Salah satu ancaman yg ditakutkan ketika Karhutla terjadi ya ancaman kabut asap

    Karena hal itu bisa mempengaruhi dan menyebabkan ispa ditambah dengan kebakaran yg terjadi bisa merusak ekosistem hutan dsn juga merusak sumber air

    ReplyDelete
  17. Kebakaran hutan bukan lagi kasus satu pihak ya, apalagi denger kasus yang barusan di Bromo bikin sejuta netizen geram enggak karuan. Seharusnya kita sebagai warga bumi perlu sadar bahwa hutan memiliki potensi kehidupan yang besar bagi semua makhluk. ❤️

    ReplyDelete
  18. Paru paru dunia yang hanya sedikit lagi tersisa itu bagaimana bisa dibiarkan saja menjadi lautan api?
    Sebagai penduduk bumi, sudah seharusnya kita konsisten akan kelestarian alam ini ya

    ReplyDelete
  19. Bener semua harua bekerjasama, nggak boleh kamu kamu aku aku. Karena karhutla menyangkut hajar hidup orang banyak. Seperti kasus bromo kemarin,.berapa banyak orang kehilangan mata pencahariaan? Hanya.karena ualh satu pasangan doang, sungguh menggemaskan

    ReplyDelete
  20. Di tempat saya yang bukan daerah hutan aja mulai banyak bukit atau daerah kering yang terbakar. Musim kemarau ini memang berpengaruh. Semoga saja tak dimanfaatkan oknum tertentu untuk keuntungan pribadi.

    ReplyDelete
  21. karhutla ini ancaman sih, apalagi di cuaca ekstrim seperti skr. panas terik dan udara kering bisa memicu kebakaran. kita harus bekerjasama merawat hijaunya bumi untuk mencegah ini terjadi.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel