EBS Day Out, Cerita Seru Buat Mi Ayam dari Bahan Lokal Asli Indonesia

Tidak terasa sudah dua tahun menjadi bagian dari Eco Blogger Squad. Selama dua tahun ini pula kami para member Eco Blogger Squad (EBS) belum pernah bertemu secara langsung. Kami hanya bertukar sapa dan berdiskusi lewat zoom atau secara virtual saja.

Penghujung tahun 2023, menjadi kejutan yang luar biasa untuk para member Eco Blogger Squad. Pasalnya inisiator komunitas ini dan Hiip Indonesia memfasilitasi kami untuk bertemu secara langsung di Jakarta. Sejak dikabarkan akan ada agenda Offline Gathering Eco Blogger Squad aku sangat menanti-nanti momen ini.

Ajakan bergabung bersama Eco Blogger Squad saja sudah menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Apalagi sampai difasilitasi untuk berkumpul teman-teman blogger se-Indonesia. Gimana nggak senang? Walaupun sedang hamil, aku masih tetap punya keinginan untuk ikut Offline Gathering ini. Berharap semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang berarti.

Maka dari itu, marilah simak cerita seruku bersama teman-teman Eco Blogger Squad saat Offline Gathering atau kami sebut dengan EBS Day Out ini. 

Sebelum bercerita ke agenda inti EBS Day out, aku juga juga mau cerita tentang sebuah kebetulan yang menarik. Pada tulisan sebelumnya, aku menulis tentang pertemuan dengan salah satu blogger dari Riau. Usut punya usut ternyata dia dulunya kuliah di UIN Sumatera Utara. Ia memperkenalkan diri, namanya Agnesia, ia memintaku memanggilnya Agnes.

Aku juga cerita kalau aku pernah ke UIN Sumatera Utara untuk mengikuti acara Persma. Ternyata dia juga dulunya gabung di Persma UIN Sumatera Utara, Dinamika. Jadilah kami berdua langsung nyambung ngobrol tentang Dinamika dan orang-orang di dalamnya. Ternyata Kak Agnes ini jauh lebih senior daripada saya.

Ini menjadi kebetulan yang sangat menyenangkan buat saya. Saya jadi punya alasan untuk recall memori tentang tempat itu dan kenangan seru di dalamnya. Karena kita bareng dari Bandara, kita jadinya selalu berdekatan seperti sudah kenal lama. Sampai Kak Agnes juga berharap kita satu kamar di hotel. Tapi sayangnya malah saya satu kamar dengan Kak Multi, blogger dari Singkawang, Kalimantan Barat.

Pada hari pertama kami berkumpul di sebuah Cooking Studio bernama Almond Zucchini, daerah Jakarta Selatan. Hari pertama ini, kami mendapat sambutan hangat dari para panitia. Acara pertama ternyata cooking demo bersama Chef jebolan kompetisi masak paling populer di Indonesia. Apalagi kalau bukan Master Chef Indonesia.

Cerita Seru Buat Mie Ayam dari Bahan Lokal Asli Indonesia

Dialah Brian Andrianto, seorang Food Stylist yang menjadi chef untuk Cooking Demo ini. Acaranya Eco Blogger kok cooking demo? Emang nyambung? Nyambung bangetlah, karena ternyata makanan yang kita konsumsi juga berkaitan erat sama lingkungan hidup.

Barangkali sebagian besar dari kita sudah tidak asing lagi dengan kuliner Mie Ayam. Mulai dari yang pinggiran sampai restoran mungkin menyediakan olahan mie dengan bermacam rupa variasinya. Lalu apa yang berbeda dengan Mie Ayam di acara Eco Blogger ini?

Ternyata perbedaan itu terletak pada bahan-bahannya. Kalau biasanya mie ayam dibuat dari tepung gandum atau terigu. Kali ini Mie ayam yang diberi nama oleh Chef Brian, Mie Ayam Rica itu, dibuat dari tepung lokal asli Indonesia.

Indonesia dengan ragam hasil buminya memiliki banyak sekali jenis tepung. Mulai dari tepung mocaf, bekatul, tepung sorgum, tepung sagu, dan mungkin masih banyak jenis tepung lokal asli Indonesia. Produk lokal asli Indonesia ini dikenalkan oleh Panen Raya Indonesia (Parara).

PARARA memperlihatkan hasil kewirausahaan dari berbagai komunitas dan masyarakat adat, yang berasal dari kerjasama antarwirausaha selama fase prafestival. Dengan kemasan yang kreatif, tujuan PARARA adalah memberikan pengetahuan dasar mengenai makna signifikan produk lokal yang dihasilkan oleh komunitas setempat kepada para pengunjung. PARARA menekankan nilai perjuangan komunitas dalam proses produksi dan upaya pelestarian lingkungan di tempat produk tersebut berasal.

Terus gimana dong cara buat Mie Ayam Rica pakai bahan-bahan lokal asli Indonesia? Nah ini dia Resepnya

Bahan Mi Mocaf:

175 gram tepung mocaf

80 gram tepung sorgum

60 gram tepung kentang

1/2 sdt garam

2 butir telur

250ml air

Bahan Ayam Rica:

300 gram ayam cincang

2 sdm minyak

bumbu halus

5 lembar daun jeruk

2 lembar daun salam

1 batang sereh, geprek

2 cm lengkuas, geprek

1 bh tomat, potong dadu

1 batang daun bawang, iris

1 sdt garam

1 sdt kaldu jamur

2 sdt gula pasir

1/2 sdt lada bubuk

150 ml air

Bahan Bumbu Halus:

8 siung bawang merah

5 siung bawang putih

15 bh cabai keriting merah

10 bh cabai rawit merah (opsional pedas)

1/2 sdt kunyit bubuk

1/2 sdt ketumbar bubuk

2cm jahe

100 ml air

Pelengkap:

Selada Segar

Bawang Merah Goreng

Acar

Bahan-bahan utama untuk membuat mie berasal dari tepung lokal yang gluten free. Produk lokal ini juga bisa jadi alternatif pengganti tepung impor. Dengan menggunakan tepung lokal kita ikut memutus mata rantai ekspedisi yang panjang. Sehingga kita juga bisa memperpendek jejak karbon.

Aroma ayam rica sungguh menusuk hidung dan lidah ingin segera mencicipi bagaimana rasanya. Setelah semuanya matang, masing-masing dari kita dipersilakan mencicipi Mi Ayam Rica ini.


Sesuai namanya, ayam ricanya cukup pedas menurut saya. Sebagai pecinta pedas manis, ditambah kecap kayaknya enak. Tapi ada juga teman yang bilang ini pedasnya masih standar.

Untuk mie nya sendiri memang terasa sedikit aneh mungkin karena kita belum terbiasa. Lebih bertekstur dan rasanya lebih lekat dengan alam. Berbeda dengan mi pada umumnya yang lembut dan kenyal.

Setelah puas mencicipi olahan mi ayam rica dari bahan lokal ini. Member EBS bersiap menerima instruksi untuk agenda selanjutnya. Nah ternyata, kami yang sudah dibagi menjadi lima kelompok ini diminta untuk lomba plating dessert yang bernama MorWalNutmeg Parfait.

Sebuah menu yang sangat asing bagi saya sendiri. Sebelum kompetisi plating dimulai, kami diperlihatkan bagaimana membuat kondimen-kondimen di dalamnya. Saya sendiri tidak begitu memperhatikan. Karena kebetulan kelompok kami cukup aktif dan malah sibuk sendiri hahahaha. Ya mungkin karena posisi mejanya paling belakang.

Beruntung masih ada catatan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Moringa Nutmeg Parfait ini.

MORINGA NUTMEG PARFAIT (3-4 porsi)

Apple Nutmeg Cinnamon:

1 sdt margarin

2 bh apel hijau, potong dadu kecil

2 sdm sirup pala

1/4 sdt kayumanis

Moringa Whip Cream:

250 ml teh moringa dingin

100 gram whip cream bubuk

Crumbles:

Rice puffs/ biskuit

Garnish:

Coklat serut

Daun mint

Pada kompetisi inilah kekompakan setiap kelompok diuji. Kami yang baru saja ketemu hari itu, harus cepat menyesuaikan diri dan membentuk sinergi agar hasil platingnya cantik dan terkonsep.


Setelah melihat hasil plating yang cukup awut-awutan. Kelompok kami sepakat membawa konsep perubahan iklim yang memang dampaknya awut-awutan juga. 

Ketiga plating yang berbeda ini masing-masing mendapat nama tanah longsor, banjir, dan kekeringan sebagai representasi dampak perubahan iklim saat ini. Walaupun akhirnya kami nggak menang tapi kami sangat bangga dengan karya ini. 

Setelah membuat dua menu ini saya akhirnya sadar betapa kayaknya Indonesia dengan beragam bentuk makanan pokok serta ragam rasa dari apapun yang tumbuh di Indonesia. 

Sebuah keberuntungan besar bukan bisa lahir dan tumbuh di negara yang sangat kaya ini. Sehingga lidah kita dimanjakan dengan beragam rasa dari pangan Indonesia. 

Dari Parara saya juga belajar tentang pentingnya promosi produk-produk lokal. Karena ternyata produk lokal tidak kalah membanggakan bahkan lebih sehat daripada produk impor. Selain itu, dengan mengkonsumsi produk lokal kita juga turut berkontribusi mendongkrak ekonomi lokal pula.

23 Responses to "EBS Day Out, Cerita Seru Buat Mi Ayam dari Bahan Lokal Asli Indonesia"

  1. jadi di sana 'mabok' mie ayam yah mbak? kenyang banget, tapi sehat bahan2nya, jadi gak kuatir gendut. btw molly ngiler sama dessertnya loh mbak :)

    ReplyDelete
  2. Wuih acaranya seru & resepnya bisa dipratikkan di rumah nih. Auto laper

    ReplyDelete
  3. Duuuh...aku iriii sama teman2 EBC ini.. Asli seru kegiatannya ya.. Pengen juga euy tergabung di grup keren ini...

    ReplyDelete
  4. Wawww... saya baru tahu ada jenis tepung lokal seperti sorgum, dan sebagainya. Membantu banget untuk mereka yang sedang diet gluten supaya tetap bisa makan mi ayam tanpa merasa bersalah, ya Mbak? Heheheee...

    ReplyDelete
  5. Akhirnya EBC kopdar ya. Acaranya seru juga bikin mie ayam dari tepung lokal Indonesia.

    And walau nggak menang, tapi penamaan plattingnya keren lho, pakai nama-nama efek dari kerusakan lingkungan.

    ReplyDelete
  6. Seru ya bisa belajar bareng membuat makanan dari bahan2 lokal trus ada kompetisinya juga...

    ReplyDelete
  7. Asik banget gatheringnya, EBS pancen top banget kopdarnya. mupeng pengen ikut

    ReplyDelete
  8. Acaranya kelihatan seru banget apalagi buat mie ayam yang notabenenya ada dimana-mana dan dikasih dong resepnya makasih kak

    ReplyDelete
  9. Menarik ya, kegiatannya. Apakah grup blog kita bisa melakukan kegiatan seperti di atas? I hope so.

    ReplyDelete
  10. Ternyata banyak cara ya untuk menjaga lingkungan. Bisa melalui makanan yang berkelanjutan. Seru banget ini acaranya. Resepnya juga bisa dipraktikkan di rumah.

    ReplyDelete
  11. Wah seru banget acaranyw EBS Day Out, jadi pengen ikutan juga hihi. Ketemu temen2 sesama blogger, seperjuangan, masih bonus masak2 juga ini pasti jadi pengalaman berkesan banget ya kak. Nambah circle networking, nambah pengetahuan juga..

    ReplyDelete
  12. Wih serunyaa, udah lama aku ga ikut cooking class kaya gini. Mie ayamnya menggoda amat siih, pengennya nyoba bikin juga

    ReplyDelete
  13. Seru bgt ya Eco BloggerSquad ini. Saya belum nemu circle yg satu daerah nih. Hehe. Banyak hal inspiratif termasuk bisnis mie ayam spt ini. Kereen.
    Tapi tak apa, bisa interaksi via online dgn rekan2 blogger lain sudah happy bgt

    ReplyDelete
  14. Dikasih resep untuk buat Mie Ayam unik, cocok banget ini untuk dijadikan usaha bagi yang ingin punya usaha dibidang kuliner

    ReplyDelete
  15. waah mie ayam pake tepung mocaf. penasaran rasanya kaya gimana, secara aman nih yaa, ga mengandung gluten, yaa.

    ReplyDelete
  16. Aku juga baru paham pentingnya memilih produk lokal. Selain mendukung UMKM juga meminimalisir jejak karbon. Sehingga makanan yang dihasilkan menjadi lebih ramah lingkungan.

    ReplyDelete
  17. Wah acaranya seru banget nih, ada cooking classnya pula, dari dulu penasaran dengan tepung mocaf dan sorgum, hanya saya belum meluangkan waktu untuk mencari info lebih jauh. Keren lo idenya membuat mie dari bahan lokal ga perlu import

    ReplyDelete
  18. Wuah menikmati kuliner yang asik bareng temen-temen di acara EBS pasti jadi pengalaman menyenangkan, karena sebelum²nua bertemu di dunia Maya aja ya kak

    ReplyDelete
  19. Waah, seru banget ya kopdar EBS. Semoga tahun depan ada offline gathering biar aku juga bisa ngerasain hehe. BTW aku member EBS juga tahun ini 2023. Salam kenal ya, kak. hehe

    ReplyDelete
  20. Seru banget ya bisa mengikuti EBS Days Out, bikin mie ayam dari tepung lokal Indonesia. Lihat foto Mie Ayam Rica bikin ngiler. Buat pecinta mie ayam dan penyuka pedas pasti bakal suka mie ini

    ReplyDelete
  21. Seru banget kakkk. Pengen deh ikut EBS ini. Banyak banget manfaatnya. Btw aku baru dengar ada mi ayam rica. Enak deh kayaknya

    ReplyDelete
  22. wah seru banget ya mbak pastinya bisa ketemuan sama sobat-sobat blogger yang selama ini cuma ketemu di zoom. pastinya langsung berasa akrabnya deh selama di sana

    ReplyDelete
  23. Waaah satu kelompok Ama mba Retno yaa mbaa...

    Seru kayaknyaaa 👍. Sempet liat juga storiesnya mba Retno pas acara ini.

    Jadi penasaran bikin mie dari bahan gluten free. Kalo mie aku blm pernah cobain, tapi cookies pernah..

    Jujur juga agak aneh, Krn lidah kita biasa Ama yg gluten kali yaa 🤣. Jadi pas diubah pakai bahan2 sehat, jadi beda..mungkin hrs dibiasain supaya bisa diterima lidah.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel